Bang Toyib
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menjadi komandan satuan tugas penanganan pandemi terlihat lebih mengutamakan pendekatan ekonomi ketimbang kesehatan.
Dalam beberapa kasus hal itu terlihat dengan jelas.
Selama liburan Natal dan Tahun Baru 2021, pemerintah memutuskan untuk tidak menerapkan PPKM level tinggi.
Demikian pula pada momen Imlek 2022, pemerintah memberi kelonggaran yang cukup luas.
Pertimbangan ekonomi menjadi alasan untuk melonggarkan aturan pembatasan pada dua momen itu.
Sekarang, ketika tiba momen Ramadan dan Lebaran, seyogyanya pemerintah memberi perlakuan yang sama dengan memberi kelonggaran sebagaimana yang diberikan pada Natal, Tahun Baru, dan Imlek.
Pertimbangan ekonomi oleh Luhut biasanya mengatasi pertimbangan kesehatan.
Pertimbangan politik juga mengatasi pertimbangan kesehatan, seperti yang terjadi pada Pemilu Serentak 2020.
Syarat wajib booster untuk mudik Lebaran terasa memberatkan. Syarat wajib booster menjadi penghambat bagi pemudik untuk bisa menikmati Lebaran dengan leluasa.
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- Arus Balik Mudik 2025, One Way Lokal di Tol Cipali, Perhatikan Nih!
- Arus Balik Mudik Lebaran, Polisi Terapkan Skema One Way Lokal dan Nasional
- Sopir Mengantuk, Mobil Pemudik Terjun ke Jurang di Garut Selatan
- Rest Area Penuh saat Arus Mudik Lebaran, Begini Cara Mengatasinya
- Para Pemudik Mulai Padati Pantura pada Arus Balik H+2 Lebaran