Bangun 7 Pusat Rehabilitasi untuk 200 Ribu Korban Narkoba

jpnn.com - JAKARTA- Presiden Joko Widodo secara simbolis meresmikan groundbreaking tujuh pusat rehabilitasi narkoba di tujuh kota Indonesia saat peringatan Hari Antinarkoba di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/6).
Ketujuh panti rehabilitasi narkoba tersebut berada di bawah Kementerian Sosial. Menurut rencana, pusat rehabilitasi itu didirikan di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Pembangunan itu dilakukan untuk mengejar target merehabilitasi 200 ribu korban narkoba pada 2016 mendatang.
"Tahun lalu 18 ribu, tahun ini ditingkatkan menjadi 100 ribu dan tahun depan 200 ribu. Terus dilipatkan lagi karena kita kejar-kejaran dengan pengguna narkoba memang yang terus meningkat," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.
Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, panti rehabilitasi yang ada di kementeriannya dikenal dengan Institusi Penerima Wajib Lapora (IPWL).
Jumlah pusat rehabilitasi saat ini, sambung Khofifah, masih kurang sehingga tidak bisa menampung banyak korban. "Yang sudah terakreditasi di Kemensos sebanyak 118 IPWL. Maksimal hanya bisa merehabilitasi 15.870 korban," kata Khofifah.
Menurut menteri asal Jawa Timur itu, adanya tambahan tujuh IPWL bisa menambah 2.800 rehabilitasi korban narkoba pada 2016 mendatang. (flo/jpnn)
JAKARTA- Presiden Joko Widodo secara simbolis meresmikan groundbreaking tujuh pusat rehabilitasi narkoba di tujuh kota Indonesia saat peringatan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global