Bangun Pabrik Misil Balistik, Arab Saudi Ketahuan Belangnya

Dia menilai wajar jika Iran harus mengandalkan misil balistiknya untuk berperang. Sebab, Iran hanya punya armada pesawat tempur bikinan 1970-an. Sedangkan Arab Saudi sudah membeli puluhan pesawat F-15, Typhoon, dan Tornado. Dengan alutsista baru itu, pertahanan udara Saudi sudah lebih dari cukup.
"Mungkin mereka tak ingin lagi bergantung pada AS. Sebab, tak ada jaminan bahwa AS akan mendukung Saudi selamanya untuk melawan Iran," jelas Elleman.
Alasan itu makin tepat jika melihat hubungan bilateral kedua negara yang saat ini naik turun. Sejak kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi Oktober lalu, publik AS terus menyoroti MBS yang diduga menjadi aktor utama. Hanya Presiden AS Donald Trump yang masih mendukung MBS.
"Kalau ada bukti bahwa Arab Saudi mulai mengetes misil, pemerintah AS pasti akan ditekan untuk memberikan sanksi ke Arab. Seperti yang dilakukan kepada Iran." Demikian tanggapan Stratfor, lembaga intelijen swasta di Austin, Texas, AS. (bil/c11/oni)
Arab Saudi ternyata menerapkan standar ganda soal senjata nuklir. Di satu sisi mereka mengecam program Iran. Namun, mereka sendiri membangun pabrik misil balistik
Redaktur & Reporter : Adil
- 6 Korban Tewas Kecelakaan Bus Umrah Bakal Dimakamkan di Saudi
- 4 Warga Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Bus Jemaah Umrah
- Bus Rombongan Umrah Kecelakaan di Saudi, 6 WNI Wafat
- Kapolda Metro Abaikan Laporan Perusahaan Saudi soal RJ WN India di Kasus Penggelapan
- Polisi Dinilai Selewengkan Restorative Justice di Kasus WN India Vs Perusahaan Saudi
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi