Banjir Bandang, Puluhan Rumah Hanyut

Petugas Kecamatan Tumbang Titi juga melakukan evakuasi serta penanggulangan banjir susulan. Kemudian memberikan informasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang secara lisan.
“Sambil menghimpun data di lapangan, kita sudah sampaikan informasi secara lisan kepada BPBD melalui Sekretaris Camat,” ucapnya.
Dikatakan Alifius, banjir bandang juga menggenangi dua bangunan sekolah, SMP Parming dan SMKN 1 Tumbang Titi. Siswa kedua sekolah tersebut terpaksa diliburkan.
“Ketinggian air di dua sekolah tersebut setinggi pinggang orang dewasa. Akibat banjir itu akses jalan dari Desa Serengkah menuju Tumbang Titi tidak bisa dilalui, terputus dihantam derasnya air. Anak-anak pun tidak bisa menuju ke sekolahnya,” ungkapnya.
Kepala Desa Riam Danau Kanan, Kecamatan Jelai Hulu, Sudarminto mengatakan, banjir bandang yang melanda desanya diakibatkan hujan deras. Puluhan rumah warganya tenggelam dan ada yang hanyut.
“Banjir terjadi sejak Selasa (29/8) sampai Rabu (30/8) masih terjadi. Sudah puluhan rumah di desa kami tenggelam,” kata Sudarminto.
Dia mengaku selama 2017 ini sudah empat kali banjir melanda desanya. Banjir pertama merendam Desa Riam Danau Kanan selama empat hari.
Kemudian banjir susulan kedua selama satu hari, banjir ketiga selama dua hari dan kemarin malah dilanda banjir bandang. “Banjir kali ini ketinggian airnya ada yang sampai 2,5 meter, makanya banyak rumah tenggelam,” jelasnya.
Banjir bandang menerjang Kecamatan Jelai Hulu dan Tumbang Titi, Ketapang, Kalbar.
- Pasangan Suami Istri Dilaporkan Terseret Banjir Bandang di Bogor
- Banjir Bandang Menerjang 2 Desa di Situbondo
- Seorang Warga yang Terseret Banjir di Bima Ditemukan Meninggal Dunia
- Banjir Bandang di Bima Bikin Dua Desa Terisolasi
- Update Longsor di Pekalongan, Korban Jiwa Bertambah
- Belasan Daerah di Jateng Dilanda Bencana, Termasuk Kabupaten Pekalongan