Banjir Kemang, Bu Lurah Novia: Kalau Mau Mengungsi Jangan Tunggu Air Sudah Tinggi

Masyarakat yang berada di pengungsian juga telah diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, khususnya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19.
Selain itu, Novia mengimbau warga yang mau mengungsi untuk segera ke lokasi pengungsian sebelum air semakin tinggi.
Sebab, banyak warganya yang awalnya bertahan di lantai dua rumah mereka, namun belakangan minta dievakuasi.
"Kalau mau mengungsi jangan menunggu air sudah tinggi. Kalau air sudah tinggi dulu susah mengungsinya. Kebanyakan warga kan naik ke lantai dua, diminta evakuasi tak mau. Siangnya menghubungi minta evakuasi karena air semakin tinggi," kata Novia.
Dia mengeklaim sejak awal sudah meminta warga untuk mengungsi sejak awal, khususnya di titik yang menjadi langganan banjir.
Baca Juga: TNI Bakal Kerahkan 10.000 Prajurit untuk Pelacakan Kasus Covid-19
Namun, kebanyakan warga baru minta dievakuasi setelah banjir makin tinggi. Kondisi itu diakui Novia menyulitkan petugas di lapangan.
"Kalau mau evakuasi dari awal saja. Jangan sudah tinggi airnya baru minta, kami sudah tak ada di tempat lagi, karena dipanggil untuk evakuasi di tempat lainnya," pintanya.
Lurah Bangka Novia Ernita meminta warga yang terdampak banjir di kawasan Kelurahan Bangka untuk tetap menjaga protokol kesehatan, khususnya di tempat pengungsian
- Air Sungai Meluap, 7 Desa di Aceh Selatan Terendam Banjir
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat
- Ada Genangan Air di Batang, Kereta Api Gumarang Terhenti di Semarang Hampir 2 Jam
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Cimanggung Lewat Aplikasi Si Tabah