Bank Dikuasai Nasabah Orang Kaya

Bank Dikuasai Nasabah Orang Kaya
Bank Dikuasai Nasabah Orang Kaya
Direktur Klaim dan Resolusi Bank LPS Noor Cahyo menambahkan, dari sisi jumlah bank yang dilikuidasi, rekor terbanyak memang terjadi pada 2011. Namun, dari sisi size bank yang dilikuidasi berdasar nominal simpanan atau dana pihak ketiga (DPK), kejadian terbesar pada 2009. "Ketika itu ada lima BPR dan satu bank umum yang dilikuidasi dengan total DPK mencapai Rp 872,9 miliar,"  tuturnya.

Menurut Noor, rekor bank dengan simpanan nasabah terbesar yang dilikuidasi terjadi pada BPR Tripanca Setiadana pada 2009. BPR di Lampung tersebut memiliki DPK hingga Rp 514,2 miliar. Nilai tersebut lebih besar daripada DPK satu-satunya bank umum yang dilikuidasi, yakni Bank IFI senilai Rp 353,8 miliar. "Meski BPR, size-nya cukup besar," ucapnya.

Dia mengatakan, dari 46 BPR dan 1 bank umum yang dilikuidasi tersebut, LPS mencatat 88.084 rekening nasabah dengan total dana simpanan Rp 1,15 triliun. Dari jumlah tersebut, 80.699 rekening senilai Rp 897 miliar layak dibayar dan sebagian besar sudah diganti LPS. Sedangkan, 7.385 rekening senilai Rp 262 miliar lainnya tidak layak dibayar sehingga tidak diganti LPS.

Mengapa tidak diganti LPS" Menurut Noor, ada tiga penyebab utama. Pertama, bank memberikan suku bunga di atas suku bunga yang ditetapkan LPS atau LPS rate. Kedua, tidak ada aliran dana masuk alias tabungan fiktif. Ketiga, nasabah memiliki kredit macet yang jumlahnya lebih besar daripada simpanannya di bank yang dilikuidasi.

JAKARTA--Orang berkantong tebal di Indonesia berjibun. Merujuk data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga akhir 2012, terdapat 185.174 rekening

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News