Bank Mandiri Mengapresiasi 271 Peserta Lulus Program My Digital Academy

jpnn.com, JAKARTA - Bank Mandiri berkokitmen terus mendorong pengembangan dan peningkatan daya saing talenta muda di tanah air.
Setelah memberikan pelatihan secara intensif selama dua bulan sejak akhir tahun lalu, program inisiatif Bank Mandiri telah mencapai puncaknya.
Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri Agus Dwi Handaya mengatakan lebih dari 15.000 peserta mahasiswa/i dan fresh graduates yang mendaftar dalam program Bootcamp My Digital Academi.
Setelah disaring lagi menghasilkan 271 peserta unggulan dari berbagai universitas yang dinyatakan lulus.
“My Digital Academy telah menjadi program pengembangan inovasi digital yang berkualitas bagi para digital talent Indonesia. Program ini telah memberikan berbagai macam pelatihan dan project assignment yang membantu peserta dapat menjadi future tech leader yang memberikan dampak besar kepada Indonesia,” ujar Agus dalam siaran resmi, Senin (27/2).
Melalui program bertajuk My Digital Academy, Bank Mandiri telah mengumpulkan lebih dari 15.000 mahasiswa untuk berkolaborasi dan bersaing guna meningkatkan kapabilitas dan berkesempatan berkarier di Bank Mandiri.
Menurut dia, saat ini talenta muda memang memegang peran penting dalam perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan, khususnya di bidang digital.
Oleh karena itu, kualitas talenta atau Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Digital & Information Technology menjadi kunci menghadapi persaingan di era digital yang kian sengit.
Bank Mandiri berhasil menyaring 271 peserta unggulan dari berbagai universitas yang dinyatakan lulus dalam program My Digital Academy
- Bank Mandiri Hadirkan Posko Layanan untuk Pemudik, Catat Lokasinya!
- Gelar Program Mudik Gratis 2025, Bank Mandiri Lepas 8.500 Pemudik dengan 170 Bus
- Bank Mandiri Berangkatkan 400 Nasabah Mudik Gratis dengan Kereta Api
- Tebar Kebaikan di Ramadan, Bank Mandiri Santuni Anak Yatim dan 668 Yayasan
- Bank Mandiri Optimalkan Sistem Daur Ulang & Akses Air Bersih
- Bank Mandiri Terbitkan Global Bond US$800 juta di Tengah Ketidakpastian Pasar