Bank Masih Waspadai Industri Pengolahan dan Perdagangan

”Kalau nanti tidak tercapai, kami lakukan koreksi. Perbankan bersangkutan juga harus menyiapkan argumentasi rasional,’’ paparnya.
Sukamto juga menekankan upaya mendorong pertumbuhan kredit produktif tersebut diikuti dengan menekan penyaluran kredit konsumtif.
Tingginya NPL perbankan, lanjut dia, dipengaruhi faktor eksternal.
Namun, ekspansi dengan diikuti naiknya NPL menjadi persoalan tersendiri.
Karena itu, perbankan harus melakukan perbaikan. Misalnya, melakukan restrukturisasi.
Langkah lain adalah hapus buku meski dampaknya pada posisi laba rugi.
’’Karena itu, harus hati-hati kalau bentuknya cadangan bisa mengurangi porsi laba. Nah, kalau porsi laba berkurang, kapitalisasi modal jadi rendah karena dimakan untuk nomboki potensi kredit macet,’’ jelasnya.
Selama ini sektor dengan NPL tinggi, antara lain, perdagangan dan industri pengolahan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Sukamto mengatakan, kinerja pembiayaan menjadi dasar penilaian pertumbuhan kinerja perbankan.
- Jadi Bank Paling Terdepan, BTN Raih MSCI ESG Ratings AA
- Dukung Pertumbuhan Kredit Digital, CBI Luncurkan Income Predictor & Debtor Insight
- Gandeng Schroders & Fullerton, BNI Luncurkan Layanan Wealth Management di Singapura
- Survei Ipsos Ungkap Bank Digital Paling Populer di Kalangan Anak Muda
- Pegadaian Goes to Campus Wujudkan Generasi Muda Melek Finansial
- Allo Bank Salurkan Rp 250 Miliar untuk Akulaku Finance