Bantah Dukung Prabowo, Guruh Merasa Namanya Dicatut
Rabu, 21 Mei 2014 – 17:11 WIB

Bantah Dukung Prabowo, Guruh Merasa Namanya Dicatut
JAKARTA - Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Guruh Soekarnoputra menampik kabar yang menyebut dirinya mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Guruh menegaskan, dirinya sebagai anggota PDIP tidak akan mengambil sikap yang bertentangan dengan kebijakan partai.
"Persoalan pendukungan saya, baik sebagai anggota DPR dan pribadi dan atau sebagai tokoh masyarakat terhadap capres Prabowo subianto sangatlah tidak benar. Karena saya sampai sekarang masih anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, maka saya harus taat asas dan norma serta aturan di dalam partai," kata Guruh dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (21/5).
Anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan, namanya telah dicatut untuk pemenangan duet Prabowo - Hatta Rajasa. Ia menegaskan, kabar tidak benar itu telah mengganggu sinergi upaya pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukung oleh PDIP.
Guruh berharap pemberitaan bahwa dirinya memberi dukungan kepada Prabowo-Hatta bisa diluruskan. Ia juga memastikan, dirinya berkomitmen mendukung Jokowi-JK pada pemilu presiden (pilpres) 2014.
JAKARTA - Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Guruh Soekarnoputra menampik kabar yang menyebut dirinya mendukung pasangan calon presiden (capres)
BERITA TERKAIT
- Usut Kasus Digitalisasi, KPK Periksa Syarif Ali Idrus
- KPJ Healthcare Malaysia Tawarkan Wisata Medis Berkualitas Bagi Pasien Indonesia
- Jelang Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2, Honorer Satpol PP Ajukan 5 Tuntutan, Poin 4 & 5 Menohok
- Tanggapi Kisruh Grup Musik Sukatani, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi