Bantah Korupsi, Rudi Akui Gratifikasi

jpnn.com - JAKARTA - Kepala (Nonaktif) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini merampungkan pemeriksaan setelah hampir 24 jam diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rudi keluar dari gedung KPK setelah dua tersangka lain, Simon dan Ardi terlebih dulu meninggalkan gedung KPK. Saat itu Rudi sempat memberikan keterangan bahwa dirinya tidak korupsi tapi hanya menerima gratifikasi.
"Saya tidak melakukan korupsi tapi saya keliatannya masuk masalah, apa itu namanya...Gratifikasi," kata Rudi usai keluar dari KPK, Rabu (14/8) sekitar pukul 20.50 WIB, dengan wajah yang terlihat kelehahan sejak digelandang ke KPK sejak tadi malam.
Mengenakan rompi tahanan warga orange, wajah Rudi terlihat menyesali perbuatannya telah menerima pemberian dari koleganya. hal itu diutarakan Rudi sebelum memasukui mobil tahanan.
"Ada teman datang membawa uang. Tapi biarkan proses hukum yang berjalan," pungkasnya.
Rudi ditahan di Rutan Jakarta Timur cabang KPK bersama tersangka lain bernama Deviardi. sedangkan Simon Gunawan Tanjaya dijebloskan ke Rutan Guntur.
Berbeda dengan Rudi, dua tersangka dari pihak swasta memilih bungkam saat dicecar pertanyaan wartawan. Bahkan Ardi malah menutupi wajahnya dengan jaket yang dia kenakan. Sementara Simon lebih tegar dengan berjalan tegap meninggalkan gedung anti rasuah itu.(fat/jpnn)
JAKARTA - Kepala (Nonaktif) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini merampungkan pemeriksaan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Saksi Ahli Paparkan Prinsip Kewajaran dalam Gugatan Merek di Sidang Sengketa Minyak Gosok
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi
- Gelar Aksi di Kemendag, Ribuan Pengepul Minyak Jelantah Tuntut Solusi Penghentian Ekspor
- ISDS Gelar Diskusi Bertema Ancaman Nuklir di Semenanjung Korea Bagi Perdamaian Dunia
- Waka MPR Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik