Difitnah Politik Uang, Sukarelawan Laju Bara Hanya Bagikan Lembaran Program Lamsel Baru
jpnn.com, LAMPUNG SELATAN - Sukarelawan Lamsel Maju Bersama Radityo Egi (Laju Bara) mendapat intimidasi dan dituduh melakukan politik uang. Para pendukung Calon Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama itu mendapat ancaman dan pengusiran dari Kepala Desa Merbau Mataram bersama dengan beberapa oknum pejabat kecamatan.
Koordinator Sukarelawan Laju Bara, Wahyu Putra menyayangkan perbuatan oknum-oknum pejabat kecamatan dan desa tersebut tanpa konfirmasi dan melakukan tuduhan berat.
Menurutnya, oknum tersebut sudah menyampaikan fitnah dan pencemaran nama baik.
Padahal di lapangan, mereka hanya melakukan sosialisasi program Lampung Selatan Baru bersama masyarakat Merbau Mataram, Lamsel. Dia memastikan tidak ada tindakan politik uang seperti yang dituduhkan.
Dia mengatakan seluruh relawan hanya memberikan kaos untuk menyosialisasikan dukungan kepada Radityo Egi.
Langkah tersebut juga dilakukan oleh calon-calon kandidat lain, tetapi dia menyesalkan tindakan oknum kepala desa dan pejabat kecamatan yang mengintimidasi para mahasiswa yang hanya melakukan edukasi demokrasi dengan program-program pro rakyat.
"Kami melakukan sosialisasi program baru untuk masyarakat dengan gagasan Bang Egi untuk Lamsel Baru dan semua calon melakukan hal yang sama. Namun kenapa ada tindakan seperti ini, melakukan intimidasi hingga pengusiran," ujar Wahyu.
Wahyu juga menegaskan apa yang dilakukan para sukarelawan sudah sesuai prosedur dan tak melanggar aturan. Dia mengatakan tuduhan dari oknum kepala desa dan oknum pejabat kecamatan itu tidak memiliki bukti konkret.
Sukarelawan Laju Bara mengaku dapat intimidasi dan dituduh melakukan politik uang saat sosialisasi di Lampung Selatan.
- Waka MPR Eddy Soeparno Sebut Pelantikan Kepala Daerah 20 Februari Jalan Tengah Terbaik
- Bawaslu Kalsel Evaluasi Menyeluruh Pelaksanaan Pilkada 2024
- Pihak yang Bersengketa Pilkada 2024 Diminta Terima Putusan MK dengan Ikhlas
- Pelantikan Kepala Daerah Terpilih yang Tak Bersengketa di MK pada 6 Februari
- Wah, Ada Anwar Usman di Sidang Sengketa Pilkada 2024
- 14 Daerah di Sumut Tunggu Putusan MK terkait Hasil Pilkada 2024