Bantu Atasi Sampah, ICM Dapat Apresiasi dari Pemprov DKI
Untuk sampah anorganik, Krisdianto menambahkan, pemulung sepenuhnya yang mengelola dan menjualnya kepada pengepul.
“Sementara yang organik, mereka juga mengelola untuk dijadikan pupuk kompos dan gas metana. Kompos digunakan untuk tanaman karena kami punya urban farming di setiap roof top apartemen yang dikelola ICM,” terangnya.
Koordinator Estate and Green Waste ICM, Kadek R Biantara menambahkan, konsep yang diterapkan dalam pengelolaan sampah oleh ICM menganut konsep 4R, yaitu Reuse, Reduce, Recycle dan Replant.
Konsep tersebut diterapkan bersama-sama dengan 4G yaitu Green City, Green Waste, Green Water dan Green Energy.
“Kami ikut mengurangi beban sampah ke Bantar Gebang. Dengan program Green Waste ini, kami juga ingin tumbuhkan simbiosis mutualisme,” kata Kadek.
Setelah pupuk kompos, ICM ingin menjalin kerja sama dengan komunitas Get Plastic (Gerakan Tarik Plastik).
“Nantinya, sampah dari plastik ini akan dibakar dan hasilnya dijadikan bahan bakar untuk mesin potong rumput. Jadi ini tentunya akan mengurangi biaya lagi,” katanya.
Selain Green Waste, ICM juga menjalankan program #TrashForCash. Dalam program ini, ICM mengajak warga mengumpulkan sampah botol plastik untuk ditukarkan dengan voucher GO-PAY.(chi/jpnn)
Pengelola kawasan Podomoro City, PT Inner City Management (ICM) mengelola sampah di setiap apartemen melalui program Green Waste.
Redaktur & Reporter : Yessy
- 7 Ton Sampah Anorganik per Hari di Bali Dikumpul dan Didaur Ulang
- DPRD dan Pemprov Sepakat Semua SD hingga SMA di Jakarta Gratis Mulai 2025
- Bank DKI Disomasi Terkait Pengambilalihan Aset di Jalan Wijaya
- Tarif Transjakarta, LRT, MRT Hanya Rp 1 pada Hari Pelantikan Presiden
- Aset Peruri Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Apa Saja?
- Dorong Inklusi Keuangan, Bank DKI Gandeng Abang None Jakarta