Bantuan demi Konten Sosmed sampai Baju Bolong di Tengah Bencana Gempa Cianjur

Tapi sejumlah relawan mengaku masih ada birokrasi yang menyulitkan untuk mendapatkan bantuan.
"Bantuan yang turun kebanyakan lewat perangkat Desa, ke RW dan RT dan saya menemukan berdasarkan laporan warga banyak banyak kasus penimbunan," ujar salah satu relawan yang keberatan namanya dipublikasikan.
Mohamad Andika, relawan lainnya, kini menampung sekitar 30 keluarga di rumahnya yang rusak dan letaknya jauh dari jalur logistik.
"Kondisi masih agak timpang, mereka yang di jalur logistik dapat bantuan dan yang di agak jauh ke belakang minim bantuan."
Menurut Andika sejauh ini bantuan yang mereka dapatkan cukup membantu, namun sebagian pakaian yang ada tidak layak pakai.
"Saya agak marah sebenarnya dengan hal ini, kita menerima baju yang punggungnya bolong. Saya tidak habis pikir apakah penyumbangnya melihat bahwa kita pantas memakai baju seperti itu," kata Andika.
Ia merasa sebagian penyumbang bantuan menjadikan "tempat bencana ini seolah-olah tempat pembuangan".
"Karenanya sebagian pakaian itu akhirnya kita jadikan keset."
Warga di Cianjur menyayangkan adanya pihak yang membuat lokasi bencana gempa menjadi tempat wisata untuk foto selfie
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- BAZNAS Distribusikan 50.000 Paket Ramadan Bahagia ke 38 Provinsi
- BAZNAS Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi