Bantuan Tiongkok Pada Dunia Untuk Virus Corona Hanya Pencitraan?

Siapa yang dibantu Tiongkok?

Penawaran bantuan dan penjualan pasokan medis yang krusial dari Tiongkok semakin banyak dan dikirim dengan cepat, tetapi kami telah berupaya menyusun daftar apa saja yang diberikan Beijing.
Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, negeri tirai bambu ini telah memberikan bantuan kepada 82 negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Afrika.
External Link: @ErikSolheim tweet: Tiongkok turns from fighting the virus domestically to helping the world. More and more countries are now receiving Chinese expertise and equipment. Tiongkok sends 1st batch of medical aid to Serbia
Di antara negara-negara yang dibantunya adalah Pakistan, Laos, Thailand, Iran, Korea Selatan, Jepang, Kamboja, Filipina, Mesir, Afrika Selatan, Irak, Etiopia, Kazakhstan, Belarus, Cuba, dan Chili.
Tiongkok juga telah membantu negara-negara di Eropa, yang menjadi wilayah dengan jumlah kasus COVID-19 terbesar saat ini, terutama Italia, Prancis, Spanyol, Yunani, Serbia, dan negara Uni Eropa lainnya.
Lebih dari 20 ahli medis dan sekitar 26 ton persediaan bantuan telah dikirim ke Italia, di antaranya persediaan ventilator, monitor, peralatan pelindung dan obat-obatan penting lain.
Tiongkok juga memberi Spanyol 500.000 masker dan telah mengirim 1 juta masker ke Perancis. Negara Uni Eropa lainnya akan menerima 2 juta masker bedah, 200.000 masker N95 dan 50.000 testing kit.
Seiring dengan pelambatan kasus baru COVID-19 di negaranya, China menawarkan bantuan kepada negara-negara lain dalam pertarungan melawan virus corona, termasuk ke Indonesia
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia