Banyak Negara Mulai Melonggarkan Aktivitas Warganya, Harga Minyak Melonjak

"Kita mengharapkan melihat pemangkasan produksi mulai muncul ... permulaan yang lambat tidak hanya di beberapa negara bagian di AS, tetapi beberapa negara di Eropa mulai sebagian mengurangi beberapa dari ketakutan permintaan," kata McGillian.
Italia, Finlandia, dan beberapa negara bagian AS berada di antara banyak pemerintah yang bergerak untuk mengurangi pembatasan penguncian pada Senin (4/5/2020) untuk membangkitkan kembali ekonomi mereka, tetapi para pejabat memperingatkan agar tidak bertindak terlalu cepat ketika kasus virus corona melewati 3,5 juta dan kematian mendekati seperempat juta secara global.
Selain pemotongan pasokan baru yang dimulai bulan ini oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, produksi minyak dan gas dari beberapa perusahaan minyak top dunia akan turun pada kuartal kedua 2020 ke tingkat yang tidak terlihat dalam setidaknya 17 tahun.
Goldman Sachs mengatakan pihaknya semakin optimis tentang kenaikan harga minyak tahun depan karena produksi minyak mentah yang lebih rendah dan pemulihan parsial dalam permintaan minyak.
Bank Wall Street menaikkan perkiraan 2021 untuk patokan global Brent menjadi 55,63 dolar AS per barel dari 52,50 dolar AS sebelumnya.
Bank menaikkan estimasi untuk WTI menjadi 51,38 dolar AS per barel dari 48,50 dolar AS sebelumnya. (antara/jpnn)
Harga minyak dunia langsung melonjak setelah sejumlah negara longgarkan aktivitas warganya di tengah pandemic virus corona COVID-19.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Kejagung Dinilai Perlu Telisik Pengadaan Minyak Mentah di Indonesia
- Firnando Ganinduto Soroti Kasus Korupsi Minyak Mentah
- Asep Wahyuwijaya Nilai Bersih-Bersih di BUMN Energi Harus Total
- Siap Backup PPATK Telusuri Aliran Dana Korupsi Minyak, Sahroni: Ngeri-Ngeri Sedap
- Kejagung Diminta Masukkan Kerugian Masyarakat dalam Kasus Minyak Mentah
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19