Banyak Oknum Polisi Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir J, Diduga Karena ini

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan mengomentari banyaknya oknum anggota kepolisian yang terseret kasus pembunuhan Brigadir J.
Dia menduga hal tersebut terjadi karena para oknum anggota kepolisian tersebut salah menafsirkan doktrin satya haprabu.
Menurut Edi, banyak anggota Polri diperiksa tim khusus akibat salah penafsiran tersebut.
Mereka diperiksa diduga terkait perintah mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo untuk merekayasa pembunuhan.
"Bahkan ada 35 orang loyalis Ferdy Sambo, termasuk Brigjen Hendra Kurniawan bakal dijerat dengan pelanggaran etik dan pidana," ujar Edy dalam keterangannya, Senin (5/9).
Padahal, kata dia, secara hukum apa yang diperintahkan Ferdy Sambo adalah perbuatan melanggar hukum, yakni perintangan penyidikan (obstruction of justice) pembunuhan berencana Brigadir J.
Menurut akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini, doktrin satya haprabu seharusnya diartikan setia kepada negara hukum.
Jadi, bukan setia kepada sosok siapa yang menjadi pimpinan.
Banyak oknum polisi yang terseret kasus pembunuhan Brigadir J, Bang Edi Hasibuan menduga hal ini penyebabnya.
- Solidaritas Masyarakat dan Keluarga Polri Mengalir untuk Korban Penembakan yang Dilakukan Oknum TNI
- Diduga Bunuh Bayi Sendiri, Brigadir Ade Kurniawan Tersangka
- Viral Surat Berkop Polsek Menteng Minta THR ke Hotel, Aipda Anwar Kehilangan Jabatan
- Tragedi Penembakan di Way Kanan, Lemkapi Desak TNI-Polri Segera Tetapkan Tersangka
- Oknum Polisi Jadi Bandar Narkoba, Bripka Khairul Yanto DPO
- Isu Setoran dalam Kasus Penembakan 3 Anggota Polisi di Way Kanan Harus Dibuktikan dengan Jelas