Banyak Pengemudi Langgar Aturan di Tol Cipali

jpnn.com, CIPALI - Imbauan Ditlantas Polri agar berkendara tidak melebihi batas maksimum kecepatan 100 kilometer per jam di Tol Cipali ternyata tidak dipatuhi para pemudik.
Pengemudi lebih mengutamakan kecepatan di atas 100 kilometer per jam dibanding keselamatan.
Parahnya, sebagian besar memanfaatkan bahu jalan dalam keadaan kebut-kebutan.
Padahal, banyak tanda peringatan yang diberikan kepolisian. Di mana bahu jalan hanya bisa digunakan dalam keadaan darurat.
Tol Cipali yang ramai lancar membuat pengendara lupa akan bahaya.
"Ini saya sudah 100 kilometer per jam, yang melambung ini pasti sekitar 120 km/jam. Inikan berbahaya, kalau tiba-tiba ada yang berhenti di bahu jalan, kendaraan yang melaju cepat pasti ngerem mendadak. Dan, ini akibatnya fatal," kata Mulyono, pemudik asal Surabaya, Minggu (25/6).
Dia menambahkan, melakukan perjalanan jauh harus sabar dan santai. Jangan karena ingin cepat sampai, lantas mengabaikan keselamatan. (esy/jpnn)
Imbauan Ditlantas Polri agar berkendara tidak melebihi batas maksimum kecepatan 100 kilometer per jam di Tol Cipali ternyata tidak dipatuhi para
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Detik-detik Kecelakaan di Tol Cipali Hari Ini, Ada Korban Tewas
- 2 Mobil Tabrakan di Tol Cipali, Satu Pemudik Tewas
- Mudik Lebaran: Contraflow Sudah Berlaku di Tol Cipali
- Mudik Lebaran, Polri Mulai Memberlakukan Contra Flow di Tol Cipali
- Volume Kendaraan di Tol Cipali Mulai Meningkat Menjelang Lebaran
- Astra Infra Buka Suara soal Mobil Pecah Ban Akibat Lubang di Tol Cipali