Banyak Pilot Jarang Terbang Selama Pandemi, Mungkinkah Kemampuan Mereka Jadi Menurun?

"Akhirnya lari ke divisi training kantor. Mereka akan mendapatkan mandat untuk bisa melatih semua sumber daya manusia di lapangan sehingga menghasilkan operasional yang efisien," katanya.
"Dan untuk menjaga [pilot] tetap mengikuti standar itu tidak bisa overnight, harus dilihat pelatihan setiap perusahaan itu bagaimana, sehingga nantinya tercermin ke operasional pilotnya."
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mendorong pemerintah untuk mengambil langkah dalam memastikan bahwa pilot memiliki pelatihan yang cukup.
Mereka ingin agar awak pesawat dikategorikan sebagai pekerja penting sehingga dapat menggunakan 'travel bubble' untuk mengakses fasilitas di luar negeri, misalnya peralatan simulasi pesawat.
"Kegagalan untuk melakukannya dapat menimbulkan konsekuensi buruk," ujar ICAO.
Diproduksi dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.
Ikuti berita seputar pandemi dan lainnya di ABC Indonesia.
Untuk pertama kalinya setelah tujuh bulan tidak terbang, David Sapulete, pilot asal Tangerang menerbangkan pesawatnya pada akhir Oktober lalu dengan mengikuti protokol kesehatan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya