Bapak Anak
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
jpnn.com - Ia sangat percaya klenik. Tanggal lahirnya pun sampai diubah. Juga tahunnya. Mestinya tahun 1951, dijadikan 1952. Akhirnya ia jadi perdana menteri: 38 tahun. Lebih lama berkuasa daripada Pak Harto.
Baru pekan lalu ia berhenti. Itu pun atas permintaannya sendiri. Ia begitu bulat untuk meletakkan jabatan karena hatinya sudah mantap: anaknya sendiri yang menggantikannya.
Maka Anda pun sudah tahu: ia adalah Jenderal Hun Sen, perdana menteri atau PM Kamboja sejak 1979.
Kemarin Raja Kamboja mengangkat anak Hun Sen sebagai pemimpin pemerintahan tertinggi negara itu.
Memang pengangkatan itu masih harus mendapat pengesahan dari parlemen, tetapi itu lebih mudah dari mencabut uban.
Anggota parlemen di sana 125 orang. Yang dari Partai Rakyat Kamboja 120 orang. Ketua partai itu Anda sudah tahu: Hun Sen sendiri.
Dan Hun Sen tetap menjabat ketua partai meski sudah berhenti sebagai perdana menteri.
Dari pemain depan merangkap pemain tengah dan belakang, kini Hun Sen hanya akan jadi pemain belakang. Mungkin masih merangkap sebagai kapten dan pelatih.
Putranya Hun Sen, Hun Manet jadi PM Kamboja. Kekuasaan ternyata bisa dengan mudah diwariskan. Mungkin karena tidak ada Rocky Gerung di sana.
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Pagar Danau
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Kaya Susah