Bareskrim Bidik Mafia Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran

jpnn.com - JAKARTA - Bareskrim Polri mulai mengantisipasi kemungkinan mafia pangan bermain jelang Ramadan dan Lebaran. Untuk itu, korps bergengsi di Polri itu memberi atensi khusus pada masalah pangan untuk mencegah permainan mafia sembilan bahan pokok alias sembako.
Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, pihaknya akan terus memonitor harga sembako di pasar. “Kalau ada yang melanggar kami tindak sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/6).
Menurutnya, ada permainan mafia pangan dalam memonopoli pasar. Modusnya adalah dengan membeli sembako, lantas menimbunnya sehingga terjadi kelangkaan.
Tujuannya adalah melambungkan harga sembako. "Dugaan-dugaan adanya penimbunan itu bisa kami tindak kalau menemukan adanya bukti yang cukup," jelasnya.
Sementara untuk menghindari lonjakan harga sembako di pasar, Polri akan menggandeng Kementerian Perdagangan dan penyedia jasa transportasi. Sebab, kata Ari, untuk meminimalisir adanya oknum yang memonopoli pasar harus banyak pihak yang menekannya.
"Kami atasi dengan rapat koordinasi ini untuk mengatasi supaya transportasi sembako bisa lancar," jelas dia.(mg4/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Menhut Beri Kabar Gembira Berkaitan Gunung Rinjani, Pendaki Sebaiknya Menyimak
- Unsur TNI AL Selamatkan Kapal MV Serenity-09 yang Mengalami Kerusakan Mesin di Samudra Pasifik
- Menko Polkam Budi Gunawan Tinjau Arus Balik Idulfitri 2025 di Jawa Timur
- Promo Arus Balik, KAI Beri Diskon 25 Persen untuk Tiket 13 Kereta, Cek Daftarnya
- Dirut PLN IP Apresiasi Ribuan Petugas yang Menjaga Kebutuhan Listrik saat Lebaran
- Kejaksaan Terancam Dilarang Usut Rasuah, Pakar: Senjakala Pemberantasan Korupsi