Bareskrim Bongkar Penipuan Pinjol Rpcepat, Ada Warga Negara Asing

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri membongkar kasus penipuan dengan kedok pinjaman online (pinjol) Rpcepat bagian dari PT Southeast Century Asia (SCA).
Wadir Tipideksus Kombes Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, dalam kasus tersebut ada lima orang ditangkap dan menjadi tersangka.
Kemudian, dua pelaku lainnya yang merupakan warga negara asing (WNA) tengah diburu.
“Dua WNA ini kami masukan ke daftar pencarian orang (DPO),” ujar Whisnu kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (17/6).
Adapun kelima tersangka itu yakni EDP, BT, ACJ, SS ,dan MRK. Sementara dua orang WNA berinisial XW dan GK.
Untuk menangkap keduanya, Polri sudah meminta Ditjen Imigrasi melakukan pencekalan.
Whisnu menuturkan dari hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dipastikan Rpcepat tak memiliki izin resmi dalam melakukan aktivitas peminjaman uang.
"Rpcepat ini tidak ada izinnya, secara legalitas, perusahaan ini tidak ada izinnya. Kami sudah cek ke OJK," kata Whisnu.
Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan pinjaman online yang meresahkan masyarakat, ada lima pelaku ditangkap.
- Polisi Punya Perangkat Komplet Ungkap Teror ke Tempo, Problemnya Tinggal Keinginan
- Legislator NasDem Dukung Bareskrim Usut Kasus Teror Paket ke Kantor Tempo
- Kabareskrim Bicara Soal Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Begini Kalimatnya
- Bareskrim Ungkap Kasus SMS Phishing dengan BTS Palsu, 2 Orang Jadi Tersangka
- Bareskrim Tetapkan 1 Tersangka TPPO pada Kasus 699 WNI Dipulangkan dari Myanmar
- Bareskrim Ungkap Penipuan Berkedok Trading Kripto, Kerugian Capai Rp 105 Miliar