Basarah Jawab Rumor Pilpres Bakal Kembali Dilakukan oleh MPR

Menurutnya, jejaknya terlihat jelas dari sejumlah proses, antara lain proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara.
Kemudian, terbitnya Fatwa Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, munculnya tradisi halalbihalal karena dialog Bung Karno dan Kiai Wahab Chasbullah, hingga sikap politik Megawati Soekarnoputri yang menggandeng Kiai Ahmad Hasyim Muzadi pada Pilpres 2004 silam.
"Tradisi tersebut kemudian diteruskan oleh pak Joko Widodo dengan menggandeng Kiai Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Inilah potret kerja sama kaum kebangsaan dan religius," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk maju mencalonkan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang diatur oleh UUD 1945 dan aturan di bawahnya.
Jazilul Fawaid juga mengakui bahwa terkait calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2024 sosoknya masih kabur dan samar-samar.
Dia mengaku belum mengetahui siapa saja figur-figur yang akan maju nantinya.
"Capres-cawapres masih kabur, tetapi kita boleh dong salurkan aspirasi," tegas Jazilul.
Sementara itu Pimpinan Majelis Zikir Pengasuh Rumah Sufi Ahmad Sabban Rajagukguk menilai ada tiga hal yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan Pilpres 2024.
Ahmad Basarah menjawab rumor berkembang yang menyebut pemilihan presiden bakal kembali dilakukan oleh MPR pada 2024 mendatang.
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak