Batas Waktu Telah Berlalu, TPNPB Ungkap Nasib Pilot Susi air

Polisi dan TNI masih kedepankan negosiasi
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan Polri "masih terus melakukan negosiasi dan sampai sekarang masih tetap berlangsung."
Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri menambahkan, proses negosiasi itu meliputi berbagai tawaran.
"Kami dan pemerintah sudah memberikan tawaran-tawaran kepada dia (Egianus), tinggal dia yang tentukan, tapi kalau meminta merdeka, itu hal yang tidak mungkin."
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan, negosiasi yang masih dijalankan juga melibatkan para tokoh agama, tokoh masyarakat.
Sejumlah lembaga seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, melalui ketuanya, Atnike Nova Sigiro, menyerukan agar penyanderaan Philip Mark Mehrtens "bisa diselesaikan dengan damai", setelah Amnesty Indonesia sebelumnya mengecam penyanderaan dan ancaman terhadap pilot Selandia Baru itu.
"Ancaman pembunuhan terhadap pilot Philip Mark Mehrtens, bahkan penyanderaannya sendiri yang berlangsung selama berbulan-bulan, tidak bisa dibenarkan dan menimbulkan penderitaan pada individu yang tidak bersalah."
Tanggapan dari Pemerintah Selandia Baru
Dalam responnya terhadap permintaan konfirmasi terkait kondisi Philip Mehrtens yang diajukan ABC, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mengatakan bahwa keselamatan Philip "merupakan prioritas utama kami."
"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mendapatkan resolusi damai dan pembebasan yang aman bagi Mehrtens, termasuk bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia dan mengerahkan staf konsuler Selandia Baru."
Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom mengatakan kepada ABC bahwa pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera sejak Februari saat ini masih dalam keadaan hidup
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana