Batin Felicia
Oleh: Dahlan Iskan
Saya setuju dengan Gibran. Selesaikanlah. Tidak semua orang punya budaya ”bisa mengerti sendiri”. Kaesang punya gerbong besar. Atau bagian dari gerbong besar. Jangan sampai gerbong besar itu mengangkut asap yang hitam.
Saya tidak tahu dari daerah mana Felicia berasal. Dari bahasa Indonesia yang dia gunakan, pastinya dia bukan orang Jawa. Intonasi kata per katanya ''sangat Indonesia''. Kelihatannya Felicia dari Sumatera. Atau Riau. Atau Kalimantan.
Budayanya adalah budaya terus terang. Apalagi, lama pula sekolah di Singapura.
Felicia mungkin keterlaluan menjadikan Pak Jokowi sasaran utama. Namun, itu tadi, dia sudah merasa mentok. Mau ke mana lagi. Berbagai usaha sudah dilakukan.
Termasuk pun neneknya yang berumur 84 tahun. Sang nenek sampai ke Istana Bogor. Namun, tidak berhasil. Dalam istilah Felicia, ''Kami menghadapi tembok yang tebal''.
Felicia mungkin juga berlebihan membawa-bawa konstitusi negara. Apalagi juga Pancasila. Namun, orang seperti Felicia menganggap Pancasila itu harus seperti agama: yang mengaku Pancasilais juga harus menjalankan Pancasila. Bagi Felicia, menjalankan Pancasila itu sederhana: jangan menyakiti orang.
Tanpa penyelesaian, Felicia mungkin akan lama membawa derita batinnya. Batin seorang wanita. (*)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Konon boneka itu tempat Felicia curhat sejak ditinggal diam-diam oleh Kaesang putra Pak Jokowi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sidang Semu
- Sampit Bantul
- Jokowi Masuk Daftar Pimpinan Korup, PBNU: Apakah Lembaganya Kredibel?
- Jokowi Absen Pertemuan Eks Gubernur Jakarta, PDIP: Malu Namanya Masuk Daftar OCCRP
- Sugeng Budiono Apresiasi Kritik Haidar Alwi Terhadap Survei OCCRP
- Akademisi Nilai Daftar Tokoh Terkorup OCCRP Tidak Jelas Ukurannya