Bawa Petisi, Chicco Jerikho Minta Polda Riau Usut Tuntas Kematian Gajah Rahman

Sementara itu, Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Kompol Nasruddin mengatakan, pihaknya telah memeriksa 12 orang saksi, baik dari eksternal maupun internal Balai Konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
"Kami juga berkoordinasi dengan dokter hewan yang menangani kematian gajah Rahman," kata Nasruddin.
Informasi yang diperoleh, satu bulan sebelum kematian gajah Rahman, terjadi aksi perambahan hutan.
Para perambah membuat hambatan dengan pohon yang ditumbangkan, sehingga mengganggu akses Polisi Kehutanan (Polhut) ke lokasi perambahan.
"Gajah Rahman berperan membersihkan lahan yang sengaja ditumbangkan perambah hutan. Ini menjadi satu kemungkinan juga bisa jadi pelaku eksternal," jelas Nasruddin.
Polisi juga menggunakan teknologi siber untuk mengungkap kasus tersebut. Nasruddin meminta dukungan masyarakat untuk segera menangkap pelaku yang menyebabkan kematian gajah Rahman.
Gajah Rahman ditemukan mati dengan gading hilang di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) pada 10 Januari 2024. (mcr36/jpnn)
Chicco Jerikho mendatangi Polda Riau untuk mengetahui perkembangan kasus kematian gajah Sumatera bernama Rahman.
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Rizki Ganda Marito
- Begini Kronologi dan Motif Sekuriti Tikam Polisi hingga 2 Orang Tewas di Rohil
- Kapolda Riau Kunjungi Candi Muara Takus, Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Warisan Budaya
- Pelaku Penikaman Polisi di Pos Kompleks BMH Bagansiapiapi Ditangkap
- Hari Ini Puncak Arus Mudik di Riau, Kombes Taufiq Punya Pesan Penting untuk Pemudik
- Rocky Gerung Mumuji Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan
- Serukan Jaga Lingkungan, Kapolda Riau Inisiasi Penanaman 10.000 Pohon