Bayar Dua Kepala Korban Konflik Rp 1,99 Miliar

"Ke depan itu jangan lagi terulang hal tersebut. Lebih baik uang itu untuk kepentingan anak sekolah dan memperbaiki kehidupan," ujar Elminus.
Diharapkan, mulai hari ini sampai seterusnya, tidak lagi ada perang antarsuku.
Apalagi, penyebab perang itu adalah masalah perempuan, pencurian, dan miras.
"Pembayaran kepala untuk uang susu Rp 680 juta tahap pertama sudah dilakukan. Kemudian Rp 800 juta. Totalnya Rp 1,480 miliar, belum termasuk lima kulit bia Rp 510 juta. Masih tambah lima ekor babi sehingga total keseluruhan Rp 1,99 miliar," ujar Elminus yang juga tokoh adat.
Sementara itu, Kapolsek Kuala Kencana Iptu Junan Plitomo berpesan kepada masyarakat agar tidak lagi ada perang dan jangan lagi ada korban karena perang, terutama di Jayanti.
Kapolsek berharap tidak lagi ada yang mengonsumsi minuman keras. Sebab, itu pemicu perkelahian dan laka lantas.
Seusai pembayaran, kedua kelompok maupun keluarga korban kembali ke Kwamki Narama. (rex/c10/ami/jpnn)
Kampung Bioka Kencana menyelenggarakan acara pembayaran denda adat atas penyelesaian bayar kepala dua korban konflik antarsuku, yakni Didimus Hagabal
Redaktur & Reporter : Natalia
- Pemprov Jateng Mengeklaim Arus Mudik dan Balik Lancar
- Terbawa Arus, 2 Bocah Tenggelam di Sungai Ogan
- Kapolres Rohil Beri Hadiah Bibit Pohon kepada Personel yang Berulang Tahun, Ini Maknanya
- Cerita Pemudik Kaget Lihat Jalur Selatan Nagreg Sempit dan Berliku
- Rama Yani binti Ramli Dilaporkan Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko
- Polisi Cari Warga Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko