BAZNAS Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusaiaan untuk Palestina Melalui Mesir

jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengirimkan 12 truk kontainer berisi bantuan kemanusiaan ke Palestina, melalui Pintu Rafah, Mesir.
Pengiriman bantuan tersebut terlaksana atas kerja sama dengan lembaga filantropi Misr Al-Kheir mengirimkan 12 truk kontainer bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui Pintu Rafah, Mesir.
"Kami memastikan penyaluran bantuan ini sesuai dengan standar kualitas yang diperlukan di Palestina," kata M Zaim A. Nasution, dalam keterangannya, Selasa (5/12).
Adapun bantuan tersebut berupa paket berisi air mineral, jus kemasan, kacang, dan tepung. Bantuan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat Gaza Palestina.
"Sebanyak 12 truk kontainer berisi bantuan kemanusiaan untuk Palestina dikirim dalam dua tahap. Pertama, enam truk kontainer dikirim pada Senin, 4 Desember 2023. Kedua, enam truk kontainer dikirim pada Senin, 11 Desember 2023," ungkap M Zaim.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan berterima kasih kepada masyarakat, perusahaan, dan lembaha amil zakat Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
"Adapun dana bantuan ini berasal dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, mitra perusahaan, LAZ, dan UPZ," tuturnya.
Saidah menambahkan, BAZNAS juga menjalin kerja sama dengan Bayt Zakat Wa Shadaqat Mesir dan Egytian Red Crescent Society (ERCS) melalui koordinasi dengan KBRI Mesir.
BAZNAS mengirimkan 12 truk kontainer berisi bantuan kemanusiaan ke Palestina, melalui Pintu Rafah, Mesir.
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Muzaki Kini Bisa Bayar Zakat dengan Mudah Lewat Platform Digital BAZNAS
- BAZNAS Distribusikan 50.000 Paket Ramadan Bahagia ke 38 Provinsi
- BAZNAS Promosikan Produk Kue UMKM Sebagai Hampers Ramadan Favorit
- Menjelang Idulfitri, BAZNAS Distribusikan 168.750 Ribu Paket Beras Zakat Fitrah
- BAZNAS Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar