BBKSDA Pastikan tidak Evakuasi Harimau yang Tewaskan Warga

Lanjut Suharyono, dalam satu setengah bulan terakhir di lokasi tersebut kerap muncul harimau sumatera. Bahkan disampaikannya, keberadaan hewan karnivora sempat difoto dan direkam video oleh karyawan PT RIA.
“Saat itu, sudah tindak lanjuti. Kita berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan sosialisasi maupun memasang di sejumlah tempat papan peringatan,” jelasnya.
Baca: Pertumbuhan Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen pada Triwulan II 2019
Di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, diakui mantan Kepala BBKSDA Bali, terdapat beberapa ekor harimau sumatera liar yang hidup di sana. Namun, berapa jumlahnya, dia enggan menyebutkan. Alasannya, dikhawatirkan akan satwa dilindungi tersebut diburu para pemburu liar.
“Di sana memang ada beberapa ekor (harimau). Tapi jumlahnya tidak bisa saya sebutkan,” papar Suharyono.
Ketika disinggung apakah harimau sumatera yang menerkam Amri sudah terindentifikasi, dia mengatakan, belum diketahui. Karena saat itu, tidak ada orang yang melihat peristiwa konflik antara korban dan si raja rimba.
“Belum, tapi tim medis dan pengamanan dari BBKSDA Riau telah diturunkan untuk memantau harimau di sana,” pungkas Suharyono.(rir)
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan tidak akan menangkap harimau Sumatera liar yang telah menewaskan seorang pekerja PT Ria Indo Agropalma (RIA) di Kecamatan Plangiran, Indragiri Hilir, Riau.
Redaktur & Reporter : Budi
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- 6.039 Lokasi Disiapkan untuk Salat Id di Riau, Ini 3 Tempat Terbesar di Pekanbaru
- Begini Kondisi Arus Mudik dari Riau ke Sumatera Barat
- Irjen Herry Tinjau Pospam di Pelalawan, Ring Serse Antisipasi Kejahatan Jalanan
- H-2 Lebaran, Jalan Provinsi Riau Masih Rusak Parah
- Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla!