Bea Cukai Batam dan Pangkalan Bun Catat Pertumbuhan Penerimaan Negara

Selanjutnya Bea Cukai Pangkalan Bun mencatat capaian penerimaan hingga 2.910 persen dan diperkirakan akan mencapai diatas 3.000 persen sampai akhir tahun 2021.
Dari bea masuk, penerimaan tahun itu turun 43,65 persen dibanding tahun 2020.
Hal itu disebabkan oleh berkurangnya jumlah PIB dan devisa impor. Sementara itu, untuk bea keluar, dengan berbagai produk CPO dan turunannya, hingga akhir Oktober 2021 Bea Cukai Pangkalan Bun telah mengumpukan penerimaan sebesar Rp 413,07 miliar, atau 3.103 persen dari target yang diberikan.
Firman mengatakan bahwa secara tonase, ekspor Bea Cukai Pangkalan Bun tumbuh sebesar 32,10 persen dibanding tahun 2020.
“Bea Cukai Pangkalan Bun terus berupaya maksimal melalui klinik ekspor. Hasilnya tahun ini telah dilepas ekspor perdana 2 komoditas, yaitu Olahan Kayu dan Ilmenit Sand,” pungkas Firman. (mrk/jpnn)
Bea Cukai Batam dan Pangkalan Bun mencatat pertumbuhan realisasi penerimaan negara hingga akhir Oktober 2021.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
- Bea Cukai Tegal Sita Rokok & Miras Ilegal Sebanyak Ini di Rest Area Tol Pejagan-Pemalang
- Lewat Ekspor, 5,2 Ton Kerapu Asal Wakatobi Tembus Pasar Hong Kong
- Perusahaan Asal Probolinggo Catat Ekspor Perdana Uniform Senilai Rp 3,3 M ke Singapura
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- Bea Cukai Teluk Bayur Tunjukkan Komitmen Berantas Narkotika Lewat Sinergi Antarinstansi
- Bea Cukai Probolinggo Musnahkan Barang Hasil Penindakan Sepanjang 2024, Ada Rokok