Bea Cukai Dorong Pemda Tepat Sasaran Manfaatkan DBHCHT

Ia menjelaskan porsi 25 persen penggunaan DBHCHT di bidang penegakan hukum ini berkaitan langsung dengan Bea Cukai.
“Dari 25 persen ini terbagi dalam3 program yaitu pembinaan industri, seperti untuk pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), program sosialisasi ketentuan cukai dan program pemberantasan barang kena cukai ilegal,” jelas Nirwala.
Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY Tri Wikanto menekankan bahwa kolaborasi pemda dan Bea Cukai mutlak diperlukan dalam optimalisasi DBHCHT.
Peredaran rokok ilegal menjadi salah satu tujuan utama di mana turunnya angka peredaran rokok ilegal berkorelasi langsung pada penerimaan cukai.
Penerimaan cukai naik maka DBHCHT yang diterima akan naik, pajak rokok juga naik dan roda pembangunan akan terus berjalan.
Sementara itu, Bea Cukai Kudus melakukan kunjungan ke Disperindag Jepara untuk melakukan koordinasi terkait pemanfaatan DBHCHT.
Berdasarkan kebijakan Pemkab Jepara, kewenangan penggunaan DBHCHT untuk penegakan hukum dalam hal ini melalui rencana pembangunan KIHT, diberikan kepada Disperindag Jepara.
Bea Cukai Banyuwangi juga melakukan pembahasan terkait pemanfaatan DBHCHT agar penggunaannya tepat sasaran.
PMK Nomor 206/PMK.07/2020 mengatur 50 persen dari alokasi DBHCHT yang diterima pemda, harus digunakan di bidang kesejahteraan masyarakat, 25 persen bidang kesehatan dan 25 persen lagi di bidang penegakan hukum.
- Pemda Belum Mengajukan Usulan Penetapan NIP CPNS & PPPK 2024, BKN Akan Lakukan Ini
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Bea Cukai Tegal Sita Rokok & Miras Ilegal Sebanyak Ini di Rest Area Tol Pejagan-Pemalang
- Lewat Ekspor, 5,2 Ton Kerapu Asal Wakatobi Tembus Pasar Hong Kong
- Perusahaan Asal Probolinggo Catat Ekspor Perdana Uniform Senilai Rp 3,3 M ke Singapura
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara