Bea Cukai Kawal Kepatuhan Perusahaan Penerima Fasilitas Kepabeanan di Sidoarjo dan Bogor

jpnn.com, BOGOR - Bea Cukai melaksanakan monitoring dan evaluasi dengan mengunjungi perusahaan penerima fasilitas kepabeanan di dua wilayah, yaitu Sidoarjo dan Bogor.
Bea Cukai Tanjung Perak melaksanakan kunjungan ke PT ECOO Indonesia.
Sementara itu, Bea Cukai Bogor mengunjungi PT Mercedes Benz Indonesia.
“Dalam kunjungan ini, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku,” ungkap Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Encep Dudi Ginanjar dalam keterangannya, Senin (6/11).
Di Sidoarjo, Bea Cukai Tanjung Perak melakukan monitoring dan evaluasi ke perusahaan mitra utama kepabeanan (MITA), yaitu PT ECCO Indonesia pada 30-31 Oktober 2023.
Bea Cukai Tanjung Perak menegaskan perusahaan berstatus MITA dituntut untuk meningkatkan kinerja dan menyiapkan solusi dari kendala yang dialami oleh perusahaan ke depannya.
Bea Cukai pun melalui client coordinator MITA siap menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam mendukung kinerja perusahaan MITA dalam proses kepabeanan.
“Perusahaan berstatus MITA harus mempertahankan standar tinggi dan menjaga kepatuhannya sebagai tanggung jawab terhadap fasilitas khusus," tegas Encep mengingatkan.
Ini yang dilakukan Bea Cukai dalam mengawal kepatuhan perusahaan penerima fasilitas kepabeanan di Sidoarjo dan Bogor
- Mantap! 72 Ton Wasabi Produksi Perusahaan Asal Semarang Tembus Pasar Jepang
- Tegas, Bea Cukai Tanjung Emas Musnahkan Barang Ilegal, Lihat Tuh
- Solusi Layanan yang Lebih Cepat dan Efisien, Bea Cukai Belawan Luncurkan BESTLINE
- 5 Negara ASEAN Jalin Kerja Sama AEO, Apa Manfaatnya bagi Eksportir dan Importir RI?
- Perusahaan Asal Sumsel Sukses Ekspor Perdana 162 Ton Serbuk Karet ke Tiongkok
- Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 14 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilainya Fantastis