Bea Cukai Optimalkan Pelayanan & Pengawasan KITE di Banten Lewat Aplikasi SIAP KABAN

jpnn.com, BANTEN - Kantor Wilayah Bea Cukai Banten meluncurkan Sistem Aplikasi Kanwil Banten (SIAP KABAN) untuk memudahkan pelayanan dan pengawasan terhadap perusahaan penerima fasilitas kepabeanan.
Aplikasi tersebut telah dilakukan pengembangan sehingga dapat terintegrasi dengan CEISA 4.0.
Kepala Kanwil Bea Cukai Banten Rahmat Subagio menjelaskan SIAP KABAN adalah aplikasi yang dikembangkan pihaknya bersama Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai yang telah selesai pada tahap pertama, yaitu terkait fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).
“Jadi tujuannya untuk memudahkan pelayanan dan pengawasan perusahaan KITE,” kata Rahmat Subagio dalam keterangannya, Rabu (17/4).
Dalam tahap pertama ini, kata Rahmad, SIAP KABAN telah dibekali fitur-fitur penunjang, seperti dashboard perusahaan penerima fasilitas KITE, perekaman hasil monitoring dan evaluasi perusahaan penerima fasilitas KITE, dan laporan dampak ekonomi pemberian fasilitas KITE.
Aplikasi ini juga dapat menampilkan capaian indikator kinerja utama (key performance indicator) atas target yang telah ditetapkan dan pada periode berikutnya.
“Hasil laporan yang disampaikan perusahaan melalui Portal Pengguna Jasa akan terintegrasi dengan SIAP KABAN Fasilitas KITE," terangnya.
Menurut Rahmat, hal ini berguna untuk mengetahui kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan data dampak ekonomi, kondisi perusahaan, realisasi dari capaian yang telah ditargetkan, serta kewajaran data dampak ekonomi yang disampaikan.
Kanwil Bea Cukai Banten resmi meluncurkan aplikasi SIAP KABAN untuk memudahkan pelayanan dan pengawasan terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Menaker Yassierli Ungkap Ada 40 Perusahaan Belum Bayar THR
- Bea Cukai Tegal Sita Rokok & Miras Ilegal Sebanyak Ini di Rest Area Tol Pejagan-Pemalang
- Lewat Ekspor, 5,2 Ton Kerapu Asal Wakatobi Tembus Pasar Hong Kong
- BEEF Operasi Pasar, Harga Daging Kerbau Beku Dijual Rp 75 Ribu
- Perusahaan Asal Probolinggo Catat Ekspor Perdana Uniform Senilai Rp 3,3 M ke Singapura