Bebas, Majikan Pembunuh TKI
Jumat, 02 Juli 2010 – 09:09 WIB

Bebas, Majikan Pembunuh TKI
KUALA LUMPUR - Beruntung benar Chen Pei Ee. Gara-gara saksi mahkotanya menghilang, perempuan berusia 32 tahun yang dituduh membunuh Kunarsih - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia - itu bebas. Keputusan yang dibacakan kemarin (1/7) itu jelas menuai protes keras dari para aktivis HAM Malaysia. Hakim Rosnaini Saub yang memimpin sidang di Pengadilan Tinggi Selangor kemarin, mengaku terpaksa membebaskan Chen. Sebab, pengadilan tidak punya bukti kuat untuk melanjutkan proses hukum terhadap majikan Kunarsih itu. "Kasus ini hanya bisa diproses dengan kehadiran para saksi kunci. Bukan hanya bukti-bukti otentik yang sudah diajukan," katanya seperti dilaporkan Bernama.
"Episode hukum ini semakin menunjukkan bahwa para pembantu rumah tangga di Malaysia selalu luput dari keadilan. Mereka diperlakukan tidak lebih baik dari budak," tandas Irene Fernandez, Direktur Tenaganita (lembaga HAM buruh di Malaysia), dalam wawancara dengan Agence France-Presse. Dia juga menyesalkan sikap ceroboh polisi yang membiarkan para saksi kunci raib.
Baca Juga:
Seharusnya, kata Irene, polisi harus selalu memantau lokasi para saksi kunci yang terdiri dari suami dan anggota keluarga Chen. Sebab, hanya merekalah yang benar-benar mengetahui kronologi pembunuhan yang terjadi pada Agustus 2007 lalu. "Padahal, sejak awal, polisi paham bahwa mereka harus menghadirkan para saksi ke pengadilan agar proses hukum bisa berjalan," keluh perempuan 64 tahun itu.
Baca Juga:
KUALA LUMPUR - Beruntung benar Chen Pei Ee. Gara-gara saksi mahkotanya menghilang, perempuan berusia 32 tahun yang dituduh membunuh Kunarsih - Tenaga
BERITA TERKAIT
- Ini Layanan Medis Bedah Robotik Canggih di Pantai Hospital Ayer Keroh
- Mimpi Berkuasa Lagi, Donald Trump versi Amerika Selatan Malah Terjerat Kasus Kudeta
- Pesawat Delta Airlines Jatuh saat Mendarat di Toronto, Belasan Orang Terluka
- Ramadan Sebentar Lagi, Arab Saudi Kembali Siapkan Paket Bantuan untuk Indonesia
- Kabar Gembira, Hamas Siap Menyerahkan Kendali atas Gaza
- Rabi Yahudi Sebut Trump Dipilih Tuhan untuk Tegakkan Keadilan & Memerangi Islam Radikal