Beda Kiat Ganjar dan Prabowo Atasi Kemiskinan, Pendidikan vs BLT Diteruskan
jpnn.com, MAKASSAR - Dua bakal capres Pemilu 2024, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/11/2023).
Dalam forum itu, baik Ganjar maupun Prabowo sama-sama memaparkan visi dan misinya untuk membangun Indonesia ke depan.
Salah satu yang ditampilkan kedua bakal capres itu yakni cara mengatasi kemiskinan. Ganjar dan Prabowo memiliki jurus berbeda untuk mengatasi persoalan itu.
Ganjar dalam paparannya memilih mengedepankan upaya membangun sumber daya manusia (SDM) dan menyelesaikan problem kemiskinan melalui pendidikan.
Gubernur Jateng 2013-2018 dan 2018-2023 itu menegaskan persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan cara instan, apalagi dengan bantuan langsung tunai atau BLT.
"Suatu ketika saya menganalisis, kenapa kemiskinan kok tinggi,” ujar Ganjar dalam paparannya.
Bakal capres dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo, itu menganggap pendekatan politik untuk mengatasi masalah kemiskinan masih bersifat karitatif atau dengan pemberian BLT.
“Pemberian charity (derma), BLT dan tidak menyelesaikan karena data kita kacau," kata Ganjar.
Dua bakal capres Pemilu 2024, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
- Makan Bergizi Gratis Dimulai Besok, 190 Dapur MBG Bakal Beroperasi
- Merespons Putusan MK Tentang PT Nol Persen, Sultan Wacanakan Capres Independen
- Sampit Bantul
- Sebut PMK PPN Membingungkan, Misbakhun Sarankan agar Dirjen Pajak Tinggalkan Jabatan
- MK Hapus Presidential Threshold, Gibran Berpeluang Melawan Prabowo di 2029
- Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif