Begini Cara Gereja Mencegah Klaster Baru Penularan Covid-19
Senin, 06 Juli 2020 – 02:50 WIB

Seorang petugas memeriksa suhu tubuh seorang jemaat di salah satu gereja di Palu, Minggu (5/7). Foto:Antara/Anas Masa
Apa yang sudah diatur oleh pemerintah, kata dia, harus didukung penuh semua pihak, termasuk masyarakat.
Masyarakat haruslah taat pada pemerintah, sebab pemerintah sendiri adalah wakil Tuhan di muka bumi.
Ia menilai pemerintah selama ini telah melakukan upaya keras bagaimana memutuskan mata rantai penyebaran virus corona dengan berbagai kebijakan yang pada intinya melindungi setiap warga negara Indonesia dari serangan COVID-19 yang sangat menakutkan dan telah menelan banyak korban jiwa meninggal dunia dan terpapar virus corona.
Dia juga terus mengingatkan jemaatnya untuk tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) saat keluar rumah guna menghindari penyebaran virus corona.
Juga tetap menjaga jarak, tidak boleh berada di tempat-tempat keramaian dan cuci tangan serta tidak bersentuhan dengan orang lain.
Jika semua masyarakat mematuhi protokol kesehatan,niscaya angka pasien terinfeksi COVID-19 akan menurun, bahkansecepatnya bisa menghilang dari "bumi pertiwi", Indonesia yang sama-sama kita cinta sehingga damailah negeriku, damailah bangsaku dan damailah rakyat Indonesia.(Antara/jpnn)
Selama tiga bulan terakhir, sarana dan prasana ibadah tampak sepi, karena tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai tempat ibadah sehubungan dengan pandemi COVID-19.
Redaktur & Reporter : Friederich
BERITA TERKAIT
- Damai Bethany
- Pemuda Katolik Komda Jawa Barat Sikapi Pelarangan Beribadah di Arcamanik
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri
- Sidang Tuntutan Korupsi APD Covid-19 di Sumut Ditunda, Ini Masalahnya
- Trump Bikin Gebrakan Hari Pertama, Langsung Teken Keppres agar AS Keluar dari WHO