Begini Cara Kemendes PDTT Pastikan BLT untuk Desa Tepat Sasaran
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah memetakan desa yang pantas untuk menerima bantuan langsung tunai (BLT) dalam menghadapi wabah virus corona atau covid-19.
Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menegaskan, pemetaan ini agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.
“Harus diantisipasi, pasca covid-19 ini ketahanan pangan, ketahanan ekonomi desa di desa-desa yang tidak terdampak secara masif tetap bisa dioptimalkan,” ujar Menteri Abdul Halim kepada wartawan, Selasa (14/4).
Menteri Abdul Halim juga sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menggunakan Dana Desa. Tujuan dari aturan itu untuk mengurangi dampak ekonomi dari covid-19 terhadap desa-desa di Indonesia.
Dengan adanya skema tersebut, masyarakat desa yang memenuhi syarat akan mendapatkan bantuan Rp 600.000 per kepala keluarga untuk setiap bulannya selama tiga bulan ke depan dan dimulai pada April 2020.
“Total, per keluarga mendapatkan Rp 1.800.000 dalam kurun waktu tiga bulan ke depan," sambung Menteri Abdul Halim.
Menteri Abdul Halim menerangkan, warga yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa itu harus berasal dari keluarga miskin atau prasejahtera, belum terdaftar, dan kehilangan mata pencaharian disebabkan oleh covid-19.
Selain itu, penerima juga disyaratkan belum mendapatkan bantuan dari program bantuan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta Kartu Prakerja yang juga dimulai pada bulan ini.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah memetakan desa yang pantas untuk menerima bantuan langsung tunai (BLT)
- Pesan Penting Ketua Dewan Pembina CAS Saat Pembukaan Pelatihan KPMD
- Mendes Yandri Dorong Desa Optimalkan Lahan pertanian untuk Genjot Swasembada Pangan
- Kemendes PDT akan Jalankan 12 Rencana Aksi, Salah Satunya Swasembada Pangan
- Mendes Yandri Sebut Dana Desa 2025 Difokuskan untuk Atasi Kemiskinan hingga Stunting
- Wamendes Riza Patria Dorong Pemuda Desa Proaktif Sukseskan Makan Bergizi Gratis
- Kemendes Harus Membatasi Penggunaan Dana Desa untuk Sosialisasi dan Pelatihan