Begini Jurus Kementan Kendalikan Harga Bawang Merah

“Kondisi tersebut membuat pasokan bawang merah jenis Bima Brebes dari sentra utama Jawa menjadi terganggu. Dalam 10 hari ke depan, kami prediksi harga sudah berangsur normal, seiring dengan makin banyaknya panen di beberapa daerah sentra utama seperti Solok, Enrekang, Bima, Bandung, dan Garut," tuturnya.
Dia menambahkan pada Mei juga sudah ada jadwal panen raya di Nganjuk. Untuk Brebes Raya, diperkirakan Juni sudah mulai panen kembali.
Terkait peran serta petani dalam menghadapi kondisi kenaikan harga ini, Idil menyatakan petani ingin harga dan produksi selalu stabil, tetapi tetap menguntungkan, baik bagi petani maupun konsumen.
“Saat harga bagus, tentu momentum ini yang diharapkan petani. Kami ingat bahwa petani bawang merah ini berbulan-bulan kemarin mengalami harga rendah, bahkan di bawah BEP. Namun, jika harga terlalu tinggi, petani juga tidak nyaman,” terang Idil.
Direktorat Jenderal Hortikultura juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah di dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan nasional.
“Ditjen Horti terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri, meskipun secara kumulatif tahunan produksi nasional kita sudah cukup bahkan surplus. Langkah-langkahnya antara lain melalui fasilitasi bantuan saprodi, penumbuhan sentra baru, dan sinergi pemasaran dengan champion,” tutup Idil. (jpnn)
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memiliki langkah strategis untuk mengendalikan harga bawang merah.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- 4 Manfaat Bawang Merah, Kanker Bakalan Ogah Menyerang
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office