Begini Kondisi Warga Indonesia di Melbourne Menjalani Lockdown Kedua

Dampak 'lockdown' kedua di pekerjaan
Dampak pembatasan sosial kembali ke tahap tiga juga dialami Sari Bui, seorang 'support worker' yang banyak menolong warga lanjut usia, biasanya memerlukan pendampingan setelah keluar dari rumah sakit.
"Biasanya kami diberitahu terlebih dahulu status COVID mereka, sudah tes dan hasilnya negatif," ujar Sari Bui yang akrab dipanggil Nungky.
Hal ini, katanya, merupakan langkah proteksi pertama bagi para 'support worker' untuk tetap bisa menjalankan pekerjaannya.
"Bedanya dengan lockdown pertama, kini kami sudah diwajibkan mengenakan masker dalam melayani pasien," kata Nungky.

Meski terkadang muncul kendala dalam berkomunikasi akibat penggunaan masker karena pasien yang memiliki masalah pendengaran, Nungky menyatakan hal itu justru demi melindungi kedua pihak.
"Sebelum lockdown kedua ini sebenarnya tak disarankan mengenakan masker karena bisa jadi halangan komunikasi, atau banyak manula yang malah merasa takut kalau ada yang datang pakai masker," jelasnya.
Di sektor pendidikan, Lami Hopman, seorang aisisten guru asal Indonesia menceritakan bagaimana tahap ketiga pembatasan diterapkan di sekolah tempatnya mengajar. .
Sudah hampir dua minggu wilayah Melbourne metropolitan menjalani 'lockdown' kedua untuk mengatasi penyebaran virus corona
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana