Begini Perjalanan Politik Agung Nugroho, Sang Pembalap yang Jadi Wali Kota

Nasihat itu membekas dalam dirinya. Dengan semangat tersebut, ia maju sebagai calon anggota DPRD Riau pada Pemilu 2019, dan meraih suara terbanyak di dapil Pekanbaru.
Kepercayaan masyarakat membawanya ke kursi Wakil Ketua DPRD Riau pada 2020, memperkuat perannya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
Namun, bagi Agung, politik bukan hanya tentang jabatan. Ia ingin keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dari situlah lahir berbagai program sosial, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga bantuan langsung bagi warga.
“Apa gunanya jadi ketua partai jika masyarakat tidak merasakan manfaatnya?” ujarnya.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Pada Pemilu 2024, perolehan suaranya melonjak menjadi 47.198—tertinggi dalam sejarah pemilihan legislatif di Riau. Namun, panggilan yang lebih besar menantinya.
Dengan restu ibu, istri, dan dukungan masyarakat, ia memutuskan meninggalkan kursi DPRD untuk maju sebagai Wali Kota Pekanbaru.
Bersama Markarius Anwar, ia mencalonkan diri dengan jargon AMAN—sebuah janji untuk membawa Pekanbaru ke arah yang lebih baik. Warga Kota Bertuah pun memberikan kepercayaannya, dengan lebih dari 40 persen suara memilih pasangan ini.
Kini, perjalanan Agung Nugroho memasuki babak baru. Ia tidak lagi memacu motor di lintasan balap, tetapi memacu pertumbuhan Kota Pekanbaru dari Kantor Tenayan.
Di lintasan sebagai Agung Kencana, pembalap motor yang menguasai kejuaraan demi kejuaraan. Sang pembalap kini jadi wali kota.
- Tepati Janji, Agung Nugroho Mencairkan Gaji Seluruh THL Pemkot Pekanbaru
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Wali Kota Pekanbaru Perintahkan Pencairan 100% TPP dan THR ASN Hari Ini
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat
- Hijrah ke Partai Demokrat, Afriansyah Noor Didapuk Jadi Wasekjen