Begini Profesor LIPI Memaknai Hasil Survei SMRC

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) memperlihatkan sentimen beraroma SARA di DKI Jakarta tidak berpengaruh terhadap perilaku masyarakat.
"Saya melihat hasil survei ini memperlihatkan itu. Sebagaimana dilihat dengan cukup stabilnya elektabilitas Pak Ahok. Bahkan kalau (suara,red) pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno digabung, jumlahnya tidak sampai mencapai elektabilitas Ahok-Djarot," ujar Syamsuddin saat menjadi pembicara pada rilis hasil survei SMRC di Jakarta, Kamis (20/10).
Hasil survey, kata Syamsuddin, juga memperlihatkan politisasi isu oleh elit belum tentu punya dampak terhadap masyarakat.
Karena meski Ahok didera sejumlah isu mulai dari kasus Sumber Waras, reklamasi Teluk Jakarta hingga dugaan penistaan agama, tetap tak mengganggu elektabilitasnya di tengah masyarakat.
"Jangan jangan politisasi isu itu akhirnya malah menjadi senjata makan tuan bagi elit politik. Politisasi isu kan kencang sekali menjelang Pilkada DKI, tentang SARA dan kebijakan pemerintahan yang sudah maupun belum berlangsung," ujar pria bergelar profesor itu.
Syamsuddin juga menilai, hasil survei memperlihatkan kinerja menjadi acuan pokok bagi pemilih menilai pasangan calon.
"Kebetulan sekali Pak Ahok dan Pak Djarot sudah memiliki bukti. Itulah kerugian dari Anies-Sandi dan Agus-Sylvi, mereka tak bisa membuktikan kinerja mengelola Jakarta," ujar Syamsuddin.
SMRC menggelar survei 1-9 Oktober dengan jumlah responden 648 orang. Survei menggunakan metode multistage random sampling.
JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini