Bejat! Guru Pesantren di Tasikmalaya Sudah Sejak Lama Cabuli Santriwatinya

Pada Kamis (16/12), Polres Tasikmalaya menetapkan satu orang tersangka berinisial AS dalam kasus pencabulan terhadap santriwati di Kabupaten Tasikmalaya.
Kasus AS bermula dari aduan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan ada sembilan santriwati yang dicabuli oleh pengajar di pesantrennya.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengatakan AS mencabuli muridnya dengan modus pengobatan.
"Tersangka pada waktu Subuh menawarkan anak didiknya yang sedang sakit. Dia menawarkan untuk dilakukan pengobatan olehnya dan di sana terjadilah pencabulan," kata Rimsyahtono dihubungi JPNN.com.
Katanya, aparat kepolisian menerima laporan terkait kasus pencabulan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya pada 7 Desember.
Setelah itu dilakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus itu. (mcr27/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
AS, guru pesantren di Tasikmalaya rupanya sudah melakukan pencabulan terhadap santriwatinya sejak lama.
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
- 16 Anak di Pinrang Korban Pencabulan, Pelakunya Tak Disangka
- Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Siap Huni untuk Guru, Mendikdasmen: Ada Subsidinya
- Flip Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Guru Mengaji di Pelosok Indonesia
- Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Tasikmalaya
- Kasus AKBP Fajar Cabuli Bocah, Mahasiswi Bernama Stefani Jadi Tersangka
- Pria di Jepara Cabuli Wanita Difabel, Aksinya Terekam CCTV, Begini Modusnya