Belajar dari Gempa: Jantung Bumi Kemungkinan Lebih Lunak
Sebuah metode baru untuk mengetahui lapisan intti terdalam Bumi menunjukkan bahwa "jantung" planet kita tak sepenuhnya seperti yang dipahami selama ini.
Peneliti Hrvoje Tkal?i? dan Thanh-Son Ph?m dari Australian National University (ANU) menerapkan metode ini. Mereka menganalisa gema dari gempa bumi besar yang memantul di bagian dalam perut Bumi.
Menurut perhitungan mereka, lapisan terdalam Bumi kita ini lebih lunak dari yang diperkirakan sebelumnya.
Metode baru yang diterbitkan dalam Jurnal Science pada Jumat (19/10/2018) memicu pertanyaan: apa yang terjadi di lapisan Bumi tersebut?
"Kita selama ini berpikir inti tersebut berupa besi murni yang solid. Namun hal itu tak dapat dipastikan," jelas Louis Moresi, seorang ahli geofisika dari University of Melbourne.
Temuan baru, kata Moresi yang tak terlibat dalam penelitian tersebut, membuat pemahaman ini jadi terbuka.
Untuk memahami struktur yang ada di dalam perut Bumi, para seismolog menganalisis gelombang seismik akibat gempa bumi.
"Setelah gempa bumi besar, Bumi berosilasi, seperti lonceng," jelas Profesor Tkal?i?.
- Dunia Hari Ini: Setidaknya 10 ribu orang Tedampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki
- Pendidikan dan Pengalaman Kerja Migran, Termasuk Asal Indonesia, Belum Tentu Diakui Australia
- Pemilik Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia Minta Lebih Diperhatikan
- Apakah Bentrokan Indonesia dengan Kapal Tiongkok di Laut China Selatan Pertanda Konflik?
- Jenazah WHV Asal Indonesia Belum Dipulangkan, Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
- Dunia Hari Ini: Ratusan Warga Sudan Meninggal Akibat Serangan Paramiliter