Belajar di Australia: Merantau Sebagai Pelajar SMA

Anson berdiskusi mengenai tugas sekolah dengan keluarga angkatnya.
Anson menyiapkan makanan bersama dengan ibu angkatnya, Lasika dan anak perempuannya, Sewmi.
Pelajaran ini juga dirasakan pada anggota keluarga angkatnya karena Anson sering memasak makanan tradisional China untuk keluarga angkatnya serta menyajikan cemilan lezat dan sehat khas masyarakat China.
Anson dalam kegiatan lomba bersepada dengan ayah angkatnya, Anton.
Sikap kemandirian ini merupakan sumber yang sangat penting bagi rasa bangga yang dirasakan orang tua Anson, Chen dan Li.
"Kami merasa sangat bangga karena Anson dapat belajar dengan baik di lingkungan yang benar-benar berbeda . ini merupakan hal yang sulit baginya untuk beradaptasi di lingkungan yang baru sebenarnya, tapi sekarang dia sudah berhasil melakukannya dan kami sangat bahagia dengan pencapaiannya dalam pelajaran Bahasa Inggris,”
Chen dan Li memilih Australia sebagai tujuan belajar anaknya dari sejumlah pilihan lain mengingat ‘Australia terkenak dengan kualitas pendidikannya dan memiliki lingkungan yang bersih. Juga Bahasa Inggris menjadi semakin penting di China saat ini, jadi kami pikir mengirim Anson ke Australia merupakan pilihan yang bijaksana. Mereka mempertimbangkan soal berbagai jenis akomodasi yang bisa dipilih bagi Anson tapi akhirnya menjatuhkan pilihan pada kelurga homestay mengingat "Anson dapat belajar menjadi mandiri, kedua dia juga bisa belajar berkomunikasi dengan orang yang bertutur dalam Bahasa Inggris di rumah yang penting baginya untuk bisa bertahan hidup di Australia, dan akhirnya dia dapat belajar untuk mengurus orang lain juga dan bisa mempertimbangkan perasaan orang lain,”
Anson dan teman sekelasnya menikmati wisata ke pegunungan Glasshouse di Queensland.
Pindah ke Australia untuk melanjutkan pendidikan di universitas merupakan hal yang sudah tidak asing lagi, tapi bagaimana jika Anda memutuskan untuk
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana