Beli 'Tiket' Pilkada, Utang Rp800 Juta
Kamis, 11 Maret 2010 – 07:30 WIB
Lebih lanjut dijelaskan Yasin, karena tergugat tidak mempunyai jaminan maka peminjaman tersebut dibuatkan dalam bentuk kwitansi yang ditandatangani tergugat bersama pasangannya (Simon Tenau,S.Sos). Setelah Pilkada beberapa kali mengalami penundaan, tergugat kembali meminjam uang kepada Ronald Rp 100 juta , sehingga total pinjaman tergugat sebanyak Rp 800 juta ditambah dengan bunganya selama 3 tahun. "Dan sampai saat ini belum juga dibayar,” terang Yasin.
Menurut Yasin, kliennya mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar lebih. Saat Ronald bermaksud mengambil kendaraan sebanyak 6 unit mobil yang dijadikan sebagai jaminan itu, ternyata secara diam-diam telah dijual oleh tergugat. "Sehingga terpaksa gugatan secara perdata harus kami layangkan ke Pengadilan ,“ terang Yasin.
Selain gugatan perdata, gugatan pidana terkait dengan penjualan 6 mobil jaminan juga diajukan. Pasalnya, surat-surat 6 mobil itu sebenarnya dikantongi Rodald. Dengan demikian, proses jual-beli 6 unit mobil tanda ada surat resmi. Karenanya, Rodald juga berencana melaporkan pihak-pihak yang membeli 6 unit mobil itu. (mus/sam/jpnn)
SORONG--Sudah gagal merebut kursi walikota Sorong, kini malah berurusan dengan proses hukum. Itu nasib yang dialami Samsudin Adjam, S.Sos yang ikut
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu
BERITA TERKAIT
- Ada Opsi Gubernur Dipilih di DPRD, Cuma Butuh 1 Kotak Suara
- Pramono-Rano Siap Menggandeng Dharma-Kun untuk Membangun Jakarta
- Ganjar Bilang Begini soal Kemenangan Pram-Doel di Jakarta
- Pram-Rano Menang di Pilkada Jakarta 2024, Ganjar Pranowo Bilang Begini
- Pilgub NTB: Pasangan Ini Mengeklaim Menang, Lihat Datanya
- 4 Penyebab Kekuasaan PKS Berakhir di Kota Depok