Belum Dicecar, Jonan Sudah Minta Maaf ke Komisi V DPR

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyampaikan permohonan maaf pada seluruh anggota Komisi V DPR saat menggelar rapat kerja bersama. Permohonan maaf tersebut Jonan sampaikan lantaran minggu lalu ia tidak hadir saat diundang rapat kerja.
Mantan Dirut PT KAI ini beralasan bahwa saat itu ia tengah berada di Pangkalan Bun, tempat evakuasi kecelakaan AirAsia QZ8501. Jonan nampaknya sadar bahwa ia bakal dicecar oleh Anggota Komisi V DPR.
"Saya minta maaf waktu itu tidak dapat hadir (rapat kerja dengan Komisi V) karena harus ke Pangkalan Bun bersama ketua KNKT, karena ada penemuan black box, baik FDR maupun VCR," ucap Jonan saat rapat baru dibuka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Mendengar penjelasan tersebut, para anggota Komisi V DPR tak banyak menanggapi. Untuk mempersingkat waktu, Ketua Komisi V, Fary Djemi Francis langsung mempersilahkan berjalannya rapat.
"Jadi kita akan rapat dengan Menteri Perhubungan untuk mendengarkan langsung terkait dengan keselamatan penerbangan di Indonesia dalam kasus AirAsia dan terhadap kebijakan-kebijakannya juga," papar Fary.
Selain Jonan, hadir pula Kepala Basarnas Soelistyo, Kepala BMKG Andi Eka Sakya, dan Direktur Utama Airnav Indonesia Bambang Tjahjono. (chi/jpnn)
JAKARTA - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyampaikan permohonan maaf pada seluruh anggota Komisi V DPR saat menggelar rapat kerja bersama.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Jangan Tolak PPPK Paruh Waktu, Gaji dan Tunjangan Hampir Setara, Ada THR
- Ini Respons Prabowo soal Kasus Pertalite Dioplos Jadi Pertamax
- Peluncuran Bank Emas, Prabowo Berterima Kasih kepada Jokowi
- KPK Periksa Dirut PT Alfriz Auliatama Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Rumah Jabatan DPR
- Wagub Taj Yasin Pengin Masyarakat Memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
- Ketua HIPMI Jaya Dorong Pemerintah Libatkan UMKM dalam Program Danantara dan RUU Minerba