Belum Kapok, Mantan Polisi Ditangkap BNN

jpnn.com - JAYAPURA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua berhasil mendapat buruannya. Setelah dua bulan, target operasi berinisial IT akhirnya ditangkap di Entrop, Jayapura Selatan, Papua, Sabtu (17/9) kemarin.
Kepala BNNP Papua Kombes Pol. Jackson Lapalonga menyebutkan, IT yang merupakan pengedar narkoba sering berpindah-pindah tempat tinggal sehingga sulit ditangkap.
“Setelah personel BNN Provinsi Papua mendapatkan informasi tentang keberadaan yang bersangkutan, kemudian dilakukan pengamatan dan penggambaran di sekitar lokasi tempat tinggal,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (19/9) kemarin.
Jackson menyebutkan, personel BNN Provinsi Papua kemudian membuntuti IT yang diduga hendak bertransaksi narkoba. Saat tiba di Entrop, anggota BNNP Papua langsung mengamankan IT dan melakukan penggeledahan. “Kami berhasil menemukan satu paket sabu yang disimpan dalam bungkus rokok yang sempat dibuang pelaku,” tuturnya.
IT ternyata pemain lama. Seorang mantan polisi yang dipecat juga karena terkait kasus narkoba. IT yang pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Doyo.
Pelaku beserta barang bukti menurut Jackson sudah diamankan di kantor BNNP Papua untuk diproses hukum. “Kami akan telusuri dan bongkar jaringannya," imbuh Jackson. (jo/nat/adk/jpnn)
JAYAPURA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua berhasil mendapat buruannya. Setelah dua bulan, target operasi berinisial IT akhirnya ditangkap
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kedapatan Bawa 22 Paket Sabu-Sabu, Dua Pria Ditangkap
- 3 Polisi di Jepara Terbukti Konsumsi Sabu-sabu, Sanksi Menunggu Mereka
- Bongkar Aktivitas PETI di Kuansing, Polda Riau Tetapkan 4 Tersangka
- Kasus Kematian Darso, AKP Hariyadi Ditahan Polda Jateng
- Ungkap Jaringan Narkoba Antarprovinsi, Polisi Sita 14 Ribu Ekstasi
- Sebelum Tewas dan Mayat Dicor Semen, JS Sempat Ribut dengan Pelaku