Benarkah Australia Sudah Terbebas dari Ancaman PMK Indonesia?

Benarkah Australia Sudah Terbebas dari Ancaman PMK Indonesia?
Pengumuman biosekuriti Australia pada penerbangan internasional baru-baru ini. (ABC Rural: Clint Jasper)

Pemerintah Australia juga telah memberikan pelatihan bagi dokter hewan yang bekerja di Indonesia.

Di tengah perdebatan politik yang memanas pada akhir Juli, Pemimpin Oposisi Peter Dutton termasuk di antara beberapa tokoh partai koalisi yang menyerukan pemerintah untuk menutup perjalanan dari Indonesia.

ABC minggu ini bertanya kepada Dutton apakah dia masih meminta penutupan perbatasan ke Indonesia, tetapi tidak mendapat tanggapan.

Pemerintah Australia sendiri menyatakan tidak memiliki rencana untuk menutup perbatasan dengan Indonesia.

Sementara itu banyak petani dan peternak di Australia juga sudah memiliki rencana biosekuriti yang mengharuskan pengunjung untuk masuk, membersihkan sepatu dan memakai alat pelindung agar tidak menyebarkan penyakit apa pun.

Beberapa telah menganggap ancaman biosekuriti terbaru sebagai petunjuk untuk meninjau dan memperbarui rencana proteksi yang mereka buat.

Apakah ancaman itu akan hilang?

Seperti halnya pandemi COVID-19, vaksinasi ternak secara luas akan memainkan peran sentral dalam penanggulangan PMK di Indonesia.

Pemerintah Australia mengatakan langkah-langkah biosekuriti saat ini akan terus berlanjut selama ada wabah di Indonesia.

Hanya beberapa bulan yang lalu, hampir semua outlet berita di Australia memuat laporan ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)  yang dapat mengancam dan berpotensi merugikan perekonomian Australia lebih dari A$80 miliar

Sumber ABC Indonesia
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News