Benarkah Australia Tak Aman Bagi Mahasiswa Asal Tiongkok dan Asia?

Selain itu, sebuah survei terhadap 400 agen pendidikan di 63 negara yang diadakan oleh penyedia jasa pendidikan Nativas, menyimpulkan bahwa keberhasilan Australia mengatasi penyebaran COVID-19 menjadikannya lebih aktraktif sebagai tempat kuliah.
Sebaliknya, negara-negara yang kondisinya terpuruk akibat COVID-19 seperti Amerika Serikat dan Inggris, kini menjadi kurang atraktif bagi calon-calon mahasiswa internasional.
ABC News mewawancarai Zheng (28) seorang mahasiswa S2 asal China yang sedang kuliah di University of Adelaide yang mengaku merasa aman-aman saja selama empat tahun berada di Australia.
Ia menilai peringatan dari Biro Pendidikan China tersebut lebih merupakan bagian dari pertikaian Canberra dan Beijing daripada kekhawatiran atas keamanan mahasiswa.

Zheng mengaku tetap merekomendasikan Australia sebagai tempat yang bagus untuk menempuh pendidikan bagi kalangan mahasiswa asal China.
Stephanie Tang, seorang agen pendidikan di Beijing yang dihubungi ABC menjelaskan, keberhasilan Australia mengatasi COVID-19 turut membantu meningkatnya minat mahasiswa China untuk kuliah di sini dibandingkan di AS atau Inggris.
Agen pendidikan lainnya, Kirk Yan, mengaku menerima pertanyaan dari sejumlah orang tua mahasiswa mengenai keamanan anak-anaknya di Australia.
Namun ia menjelaskan bahwa sejauh ini belum melihat adanya mahasiswa yang membatalkan kuliah karena pertimbangan keamanan.
Menjelang dimulainya kembali masa perkuliahan di Australia pada bulan Juli, perdebatan mengenai keamanan mahasiswa asing semakin menguat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi