Benarkah Kita Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Untuk Cegah Infeksi COVID-19?

'Panic buying' atau belanja secara berlebihan akibat kepanikan yang terjadi di Australia lebih fokus pada tisu toilet dan pembersih tangan. Tapi brokoli pun mulai langka setelah ada anggapan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Benarkah demikian?
Sayuran hijau, suplemen, olahraga dan minum jus, kini banyak disebut-sebut sebagai penguat sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi virus corona atau COIVD-19.
Tapi menurut Professor Marc Pellegrini, pakar penyakit menular di Australia, vaksin merupakan satu-satunya yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah infeksi.
"Vaksin meningkatkan kapasitas sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, karena kita sengaja memaparkannya pada patogen yang kemudian akan dikenali," kata Prof Pellegrini dari Walter and Eliza Hall Institute kepada ABC.
Sampai sekarang belum ada vaksin yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah COVID-19.
Namun ia menjelaskan, orang dapat menjaga sistem kekebalan tubuhnya agar pada saat dibutuhkan mampu melawan infeksi.
Caranya? pola makan seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.
Lantas bagaimana sistem kekebalan tubuh yang sehat itu bekerja, serta mengapa seseorang memiliki sistem kekebalan lebih baik daripada yang lain?
'Panic buying' atau belanja secara berlebihan akibat kepanikan yang terjadi di Australia lebih fokus pada tisu toilet dan pembersih tangan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Momen Santap Lebaran, Pakar Gizi Ingatkan Hal Penting Ini