Benarkah Merokok Bisa Menghilangkan Stres? Temukan Faktanya!

Sayangnya, banyak orang memilih rokok untuk menghilangkan stres jangka panjang. Padahal, stres yang terjadi tidak akan hilang jika masalah penyebabnya tidak diatasi.
Banyak penelitian mengatakan bahwa tingkat stres pada perokok lebih tinggi ketimbang orang yang tidak merokok. Hal ini diakibatkan oleh kadar dopamin yang akan menurun di dalam otak pada saat tidak merokok.
Akibatnya, perasaan stres akan kembali muncul dan malah akan semakin berat. Dengan begitu, seorang perokok akan terus merokok untuk mengembalikan dopamin ke tingkat sebelumnya.
Hal di atas menjelaskan bahwa dampak merokok dapat memicu perasaan cemas, stres, atau bahkan depresi apabila perokok memberikan jeda untuk tidak merokok.
Di samping itu, stres akan menyebabkan tubuh meningkatkan denyut nadi, tekanan darah, asam lambung, gula darah, dan kolesterol sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.(klikdokter)
Hubungan stres dengan merokok terjalin akibat pada usia produktif tersebut, banyak orang yang mengalami tekanan dalam kehidupannya.
Redaktur & Reporter : Yessy
- Bea Cukai Probolinggo Musnahkan Barang Hasil Penindakan Sepanjang 2024, Ada Rokok
- Pemprov DKI Jakarta Siapkan Aplikasi Layanan Konsultasi Kesehatan Mental & Jiwa, Gratis
- 9 Khasiat Daun Salam, Ampuh Obati Penyakit Ini
- MPKI: Kepala Daerah Bertanggung Jawab Melindungi Ekosistem Pertembakauan Nasional
- Misinformasi Tentang Bahaya Rokok Elektronik Terus Meningkat
- Selang Sehari, Bea Cukai Tegal Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal di 2 Wilayah Ini